mumtazanas.wordpress.com

antivirus, freeware, tips dan trik, seo, advertising

Puasa Sunnah Asyura di Bulan Muharram


Oleh ustadz Ja’far Shalih

Puasa selain merupakan ibadah yang mulia di sisi Allah Subhanahu wata’ala juga mengandung sekian banyak manfaat yang lain. Dengan berpuasa seseorang dapat mengendalikan syahwat dan hawa nafsunya. Dan puasa juga menjadi perisai dari api neraka. Puasa juga dapat menghapus dosa-dosa dan memberi syafaat di hari kiamat. Dan puasa juga dapat membangkitkan rasa solidaritas kemanusiaan, serta manfaat lainnya yang sudah dimaklumi terkandung pada ibadah yang mulia ini.

Pada bulan Muharram ada satu hari yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyura. Orang-orang jahiliyah pada masa pra Islam dan bangsa Yahudi sangat memuliakan hari ini. Hal tersebut karena pada hari ini Allah Subhanahu wata’ala selamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. Bersyukur atas karunia Allah Subhanahu wata’ala kepadanya, Nabi Musa alaihis salam akhirnya berpuasa pada hari ini. Tatkala sampai berita ini kepada Nabi kita shalallaahu ‘alaihi wassalam, melalui orang-orang Yahudi yang tinggal di Madinah beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda,

 

فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ

“Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi)”.

Yang demikian karena pada saat Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam sampai di Madinah, beliau mendapati Yahudi Madinah berpuasa pada hari ini, maka beliau sampaikan sabdanya sebagaimana di atas. Semenjak itu beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan ummatnya untuk berpuasa, sehingga jadilah puasa ‘Asyura diantara ibadah yang disukai di dalam Islam. Dan ketika itu puasa Ramadhan belum diwajibkan.
Adalah Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu yang menceritakan kisah ini kepada kita sebagaimana yang terdapat di dalam Shahih Bukhari No 1900,

 

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِيْنَةَ فَرَأَى اليَهُوْدَ تَصُوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاء فَقَالَ:ماَ هَذَا؟ قَالُوْا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللهُ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوْسَى. قَالَ: فَأَناَ أَحَقُّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ. فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)

Dan dari Aisyah radhiallahu anha, ia mengisahkan,

 

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)

Keutamaan puasa ‘Asyura di dalam Islam.

Di masa hidupnya Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnya shalallaahu ‘alaihi wassalam. Al Imam Al Bukhari (No 1902) dan Al Imam Muslim (No 1132) meriwayatkan di dalam shahih mereka dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhu, ia berkata,

 

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَومَ فَضْلِهِ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا اليَوْمِ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ وَهذَا الشَّهْرُ يَعْنِي شَهْرُ رَمَضَانَ

“Aku tidak pernah mendapati Rasulullah menjaga puasa suatu hari karena keutamaannya dibandingkan hari-hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari ‘Asyura dan bulan ini yaitu bulan Ramadhan”.

Hal ini menandakan akan keutamaan besar yang terkandung pada puasa di hari ini. Oleh karena itu ketika beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam ditanya pada satu kesempatan tentang puasa yang paling afdhal setelah Ramadhan, beliau menjawab bulan Allah Muharram. Dan Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda,

 

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ المُحَرَّمُ. وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةَ، صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.

Dan puasa ‘Asyura menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu. Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah radhiallahu anhu,

 

وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ

“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.

Hukum Puasa ‘Asyura

Sebagian ulama salaf menganggap puasa ‘Asyura hukumnya wajib akan tetapi hadits ‘Aisyah di atas menegaskan bahwa kewajibannya telah dihapus dan menjadi ibadah yang mustahab (sunnah). Dan Al Imam Ibnu Abdilbarr menukil ijma’ ulama bahwa hukumnya adalah mustahab.

Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura

Jumhur ulama dari kalangan salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari ‘Asyura adalah hari ke-10 di bulan Muharram. Di antara mereka adalah Said bin Musayyib, Al Hasan Al Bashri, Malik, Ahmad, Ishaq dan yang lainnya. Dan dikalangan ulama kontemporer seperti Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Pada hari inilah Rasullah shalallaahu ‘alaihi wassalam semasa hidupnya melaksanakan puasa ‘Asyura. Dan kurang lebih setahun sebelum wafatnya, beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda,

لَئِنْ بَقِيْتُ إِلَى قَابِلٍ َلأَصُوْمَنَّ التَاسِعَ

“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”
Para ulama berpendapat perkataan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam, “…aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”, mengandung kemungkinan beliau ingin memindahkan puasa tanggal 10 ke tanggal 9 Muharram dan beliau ingin menggabungkan keduanya dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura. Tapi ketika Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam ternyata wafat sebelum itu maka yang paling selamat adalah puasa pada kedua hari tersebut sekaligus, tanggal 9 dan 10 Muharram.


Dan Al Imam Asy-Syaukani dan Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan puasa ‘Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke 10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke 9 dan ke 10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10 dan 11. Wallahua’lam

Sumber : http://www.ahlussunnah-jakarta.com/

Artikel terkait:

11 responses to “Puasa Sunnah Asyura di Bulan Muharram

  1. bandy cnr Desember 25, 2009 pukul 3:12 p

    tapi yg tanggal 9 tue, gak tercatat dalam HR shahih MUSLIM, gimana tue? jd bingung

  2. renaldo akbar Desember 21, 2009 pukul 3:12 p

    terima kasih telah memberi artikel ini, artikel ini sangat berguna sekali nagi saya.smoga nanti saya bisa melaksanakan ibadah saum assura. amn,,,,,,

  3. Imam Januari 20, 2008 pukul 3:12 p

    yup, sebenarnya tidak pantas bergembira untuk hari Asyura. Asyura adalah hari untuk berkabung. Kaum Muslim membantai cucu Nabinya sendiri, Naudzubillah.

  4. ZHEEDLIE Januari 19, 2008 pukul 3:12 p

    alhamdulillah, tadi dah buka puasa….nie lagi istirahat waktu nulis commentnya……….yang tinggal dlm hatiku seperti menangis sejadi-jadinya sambil meneriakkan ASMA ALLAH. saat ku menulis comment ini pas temen baikku selama ini main ke tempatku, aku masih inget ketika ia menyakiti hatiku ketika malam taun baru hijriah kemarin. waktu itu aku cuma pingin mengajak sholat tahajud yang diadakan masjid al akbar surabaya, trus tak lupa ku titipkan pesan dlm smsku bahwa aku tidak memaksanya, cuma sekedar mengajaknya………..ya sudahlah…ku pasrahkan kepada ALLAH segala urusan yang kurasa tak mampu tuk mengatasinya ini. tadi ketika pertama kali aku liat dia datang, di dalam hatiku masih tersimpan ketidaknyamanan tuk bertemu dan berbincang dgnya. akhirnya tujuan akhirku, ku bawa sepedamotorku ke masjid belakang rumah yang senantiasa aku rindukan, ku bermunajad kepada ALLAH kupasrahkan jiwa raga ku hanya kepada NYA…….yaaaaa illahi rabbi…….

  5. a. kariana Januari 18, 2008 pukul 3:12 p

    alhamdulillah terima kasih sudah mengingatkan. saya pernah baca ternyata memang semenjak nabi adam as, tanggal 10 muharram itu dipenuhi oleh peristiwa2 penting dalam sejarah, salah satu contohnya adalah seperti yang di ceritakan pada tulisan diatas, sedangkan peristiwa besar yang terakhir terjadi dalam sejarah kenabian adalah terbunuhnya sayidina husain bin ali bin abi thalib di karbala yaitu pada tanggal 10 muharram. suatu peristiwa memilukan yang kiranya patut untuk kita kenang, sebab pada saat itu kubu husain yang berjumlah 72 orang bertempur mempertahankan islam melawan tentara2 yazid bin muawiyah yang berjumlah total 30.000-an lebih, dan pertarungan full contact ini ternyata memakan waktu lama, dimana husain sendiri berhasil membunuh ribuan orang sendirian sebelum akhirnya dipenggal dan seluruh keluarganya ditawan. bisa kita bayangkan? cucu dari rasulullah saw disiksa, dibantai, dan dirusak2 tubuhnya kemudian dipenggal…!

  6. alifahmi Januari 18, 2008 pukul 3:12 p

    Selamat menunaikan puasa ‘Asyura

  7. rumi Januari 12, 2008 pukul 3:12 p

    kalau bisa lebih dilengkapi lagi dengan dalil atau sumber – sumber lain yang sohih karena masih ada segolongan umat yang berpendapat puasa asyura haram hukumnya kalau hanya dijalankan satu hari yakni tanggal 10 saja

    Silahkan dilihat juga pada artikel terkait diatas atau lebih spesifik artikel ttg Puasa Tasu’a dan Asyuro

  8. damelsae Januari 11, 2008 pukul 3:12 p

    Makasih mas artikelnya. Jadi tahu dasar hukumnya puasa asura. and so pasti lembih M.A.N.T.A.B dalam pelaksanaanya. Syukron barokallohu fiikum

  9. burit Januari 9, 2008 pukul 3:12 p

    selamat tahun baru islam, semoga Alah membuka pintu hidayah kepada kita sekalian

  10. wahid Januari 9, 2008 pukul 3:12 p

    Selamat Menyambut Maal Hijrah 1429 Hijrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.661 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: