mumtazanas.wordpress.com

antivirus, freeware, tips dan trik, seo, advertising

Di Balik Makar Khawarij dan Syi’ah, Merunut Aksi-aksi Jahat Yahudi


“Nenek moyang” Mossad (badan intelijen Yahudi) sesungguhnya sudah ada sejak zaman sahabat. Melalui provokasi agen Yahudi bernama Abdullah bin Saba`, lahirlah demonstrasi pertama dalam Islam berikut aksi teror yang berujung dengan wafatnya Khalifah ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu. Maka siapa pun yang menumbuhsuburkan demonstrasi menentang pemerintah Islam dan aksi-aksi terorisme, selain menebar fitnah atas kaum muslimin, ia juga tengah mempraktikkan cara-cara Yahudi dalam mengoyak persatuan umat.

Dalam lintasan sejarah, nama Abdullah bin Saba` sudah tak begitu asing didengar telinga kaum muslimin. Kiprahnya dalam tubuh umat ini telah menjadi bagian kelam sejarah umat Islam. Aksi-aksinya yang sedemikian jijik dan kotor telah menjerembabkan sebagian umat ke jurang kenistaan.
Abdullah bin Saba` adalah seorang Yahudi penduduk Shana’a, Yaman. Ibunya bernama Sauda` sehingga sering dia disebut dengan Ibnu Sauda`. Secara lahiriah, di hadapan kaum muslimin, dia menampilkan diri sebagai seorang yang bersosok keislaman. Namun senyatanya, apa yang meluncur dari lisan dan perbuatannya tak lebih dari seonggok kebid’ahan. (Lihat Taudhihu An-Naba` ‘an Mu`assis Asy-Syi’ah Abdillah bin Saba` baina Aqlam Ahli As-Sunnah wa Asy-Syi’ah wa Ghairihim, Abil Hasan Ali bin Ahmad bin Hasan Ar-Razihi, hal. 37)
Terjadinya gerakan demonstrasi besar-besaran dalam sejarah Islam, tiada lain didalangi Abdullah bin Saba`, seorang Yahudi yang menyimpan bara dendam terhadap kaum muslimin. Apa yang telah dilakukannya lantas menyuburkan pemahaman Khawarij pada sebagian kaum muslimin di masa kekhalifahan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Melalui aksi provokasinya, sebagian umat terpancing untuk melakukan aksi demonstrasi menentang ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu yang berakhir dengan terbunuhnya beliau.
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab dalam Mukhtashar Sirah Ar-Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam (hal. 218) menyebutkan, pada tahun ke-35 H, sebagian penduduk Mesir dan yang sepaham dengan mereka, melakukan gerakan menentang terhadap pemerintahan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Adapun sumber fitnah dari semua itu adalah Abdullah bin Saba`, seorang Yahudi dari Shana’a. Secara zhahir dia menampakkan keislaman, namun dalam dirinya tersembunyi api dendam dan kekufuran. Hidupnya senantiasa berpindah dari satu negeri ke negeri lainnya dalam upaya menyebarkan dan menyusupkan pemahaman-pemahaman sesatnya, sehingga menyesatkan sebagian kaum muslimin. Dia selalu berpindah dari Hijaz, Bashrah, Kufah, dan Syam.
Ketika dia tak berhasil dengan apa yang menjadi tergetnya di negeri-negeri tersebut, lantas Abdullah bin Saba` hengkang menuju Mesir. Di negeri inilah dia bisa menyemai pemahaman-pemahaman sesatnya dan berhasil mengelabui sebagian umat sehingga terprovokasi. Ibnu Sauda` lantas melakukan gerakan propaganda anti ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Masyarakat dihasut agar menentang pemerintah. Fitnah dan api kebencian terhadap pemerintah disebar. Mendorong umat untuk menentang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Sehingga terjadilah musibah besar dengan pengepungan terhadap ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Akhir dari peristiwa pengepungan tersebut, adalah terbunuhnya ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu kala membaca Al-Qur`an. Semua ini dilakukan oleh kalangan Khawarij yang dipicu pemikiran dan aksi jahat sang Yahudi, Abdullah bin Saba`.
Inilah aksi terorisme terjahat yang dilakukan kelompok Khawarij pada kurun keemasan Islam. Aksi terorisme yang mereka lakukan didalangi seorang agen Yahudi berwajah Islam. Kelihaian agen Yahudi satu ini dalam melakukan infiltrasi ke dalam tubuh umat, menjadikan sebagian kaum muslimin terseret pada tindakan-tindakan terorisme menjijikkan.
Berawal dari sinilah pintu-pintu fitnah terbuka luas. Kaum muslimin diselimuti kabut kelam. Api fitnah tak kunjung memadam, terlebih manuver Abdullah bin Saba` senantiasa meruyak di tubuh umat. Yahudi asal Shana’a ini terus meniupkan racunnya ke dalam tubuh kaum muslimin. Satu di antara sekian banyak racun yang telah ditebar di tubuh umat, yaitu membangkitkan fanatisme buta terhadap keimamahan ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Lalu bergulir menjadi sebuah aqidah (keyakinan) di kalangan Saba`iyah (para pengikut Abdullah bin Saba`), bahwa keimamahan yang pertama dipegang oleh ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan berakhir pada Muhammad bin Al-Husain Al-Mahdi. Inilah keyakinan di kalangan Syi’ah yang merupakan keyakinan sesat. Kalangan Syiah meyakini hal itu sebagai bentuk aqidatu ar-raj’ah. (‘Aqa`idu Asy-Syi’ah, Asy-Syaikh Mahmud Abdulhamid Al-’Asqalani, hal 21)
Keyakinan terhadap keimamahan ini lahir dari bentuk dendam kesumat Abdullah bin Saba` terhadap Ahlu Sunnah wal Jamaah. Dendam ini hingga kini terus ditumbuhsuburkan oleh para pengikutnya dari kalangan Syi’ah Rafidhah. Karenanya, adalah sebuah kedustaan bila orang-orang Syi’ah dewasa ini bisa mengambil sikap permusuhan yang keras terhadap Yahudi. Bagaimana pun Syi’ah dan pemahamannya tidak akan bisa dilepaskan dari Yahudi. Becerminlah dari sejarah, wahai orang-orang yang berakal. Wallahu a’lam.

sumber: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=487


2 responses to “Di Balik Makar Khawarij dan Syi’ah, Merunut Aksi-aksi Jahat Yahudi

  1. hadjier Oktober 18, 2007 pukul 3:12 p

    Waduh tulisan anda memang benar-benar g bisa diterima oleh akal sehat, Apa mungkin seorang ibnu saba’ bisa membodohi atau memprovokasi para sahabat nabi yg nota bene terkenal pandai. Sebut saja Sayyidina Ali, Al abbas, Ibnu Abbas, Ibnu Umar dll.
    Kalau Abdullah bin saba bisa memprovokasi para sahabat nabi berarti para sahabat nabi perlu dipertanyakan tentang kepandaiannya?????
    Apa mungkin bisa terjadi???????

    Sahabat Rasulullah adalah manusia yang bisa salah dan lupa, tapi kita tidak boleh mencela mereka. Terjadi perperangan antara sahabat adalah bukti banhwa mereka tidak terbebas dari kesalahan

    1. Keyakinan terhadap keimamahan ini lahir dari bentuk dendam kesumat Abdullah bin Saba` terhadap Ahlu Sunnah wal Jamaah. Dendam ini hingga kini terus ditumbuh suburkan oleh para pengikutnya dari kalangan Syi’ah Rafidhah.
    Apa mungkin abdullah bin saba dendam dengan Ahlussunnah wal jammaah?????? ( Kapan zaman abdullah bin saba dan kapan zaman dibentuknya Mazhab Ahlussunnah Wal Jammaah, Coba ustadz cek lagi sejarah terbentuknya Mazhab Ahlussunnah!!!

    Ahlussunnah Wal Jamaah adalah Islam itu sendiri. Sabda Rasulullah: “golongan yang selamat adalah al jamaah”. Adapun makar Abdullah bin Saba’ adalah memecah belah barisan kaum muslimin dg isu kepemimpinan, Ali lebih berhak daripada Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman. Itulah makarnya. Dan dendam ini terus ada sampai sekarang, dimana kaum Syiah hanya lebih condong thd hadits2 dr ahlul bait (yg wallahu a’lam kebenaran sanad-nya) dan menjauhi hadits2 dr para sahabat yg mereka anggap merebut kekuasaan.

    2. Karenanya, adalah sebuah kedustaan bila orang-orang Syi’ah dewasa ini bisa mengambil sikap permusuhan yang keras terhadap Yahudi. Bagaimana pun Syi’ah dan pemahamannya tidak akan bisa dilepaskan dari Yahudi. ( Saya juga heran dengan tulisan ustadz yang ini bukannya orang-orang syiah berjuang melawan yahudi contoh konkritnya perlawanan HIZBULLAH di libanon, bukannya para pengikut salaf-salaf yg mengaku terbenar yang ada di arab saudi. bisa kita lihat mereka hanya bisa melihat dan berdiam diri melihat banyak saudaranya berjuang di palestina dan libanon) kalau udah begini siapa sieh yg benar2 pengikut setia Rasulullah dan membela kaum muslimin dengan para antek2 yahudi????????

    Makar Yahudi adalah memecah belah di dlm barisan kaum muslimin. Menciptakan musuh dalam selimut. Yang menjadi acuan adalah bukan siapa yg getol memerangi Yahudi, tapi siapa yang jauh dari ajaran Islam. Anda lihat sendiri fenomena AlQaeda (terakhir di Pakistan membunuh ratusan kaum muslimin), Hizbulloh yg berperang dengan kaum Muslim (palestina) sendiri, dan masih banyak keprihatinan lainnya.

  2. Ahmad September 9, 2007 pukul 3:12 p

    Saya berkesimpulan tulisan Anda tersebut tidak memekai pikiran, tetapi dengan prasangka umum terhadap Syi’ah, yang sebenarnya Anda sendiri belum mempelajarinya secara jujur dan tidak sepihak. jadinya tulisan Anda tidak bermutu dan membingungkan. Bagaimana tidak, yang namanya Khawarij baru ada setelah terjadinya perang Siffin antara pasukan Ali dan Mu’awiyah. Nah, khawarij itu asalnya pendukung Ali, tetap[i karena tidak menerima tahkim, mereka keluar dari barisan Ali. Anda juga perlu menyelidiki pernyataan saya ini: bahwa yang mengecam dan mengeritik Usman tidak hanya jika benar yang Anda sebutkan, tetapi termasuk A’isyah yang menyebut Usman: Si Na’tsal. Disinyalir bahwa yang membunuh Usman di antaranya Thalhah. Selidikilah duulu ini. Anda juga harus tahu bahwa banyak kebijakan-kebijakan Usman yang menyulut kemarahan rakyat di antaranya pengusiran terhadap Abu Zar Al-Gifari sampai meninggalnya.

    Terima kasih atas comment-nya, coba dicek lwt google atau wikipedia!. Klo saya cek di wiki pembunuh ‘Utsman itu orang Khawaraij. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: