mumtazanas.wordpress.com

antivirus, freeware, tips dan trik, seo, advertising

Rahasia Para Juara KRCI 2008


Seperti perkiraan sebelumnya, Universitas Komputer Indonesia – UNIKOM – Bandung mendominasi perolehan juara untuk KRCI 2008. Walaupun hanya menyaksikan sebagian pertandingan saya mendapatkan rekaman tim-tim lain dari adik-adik kelas di POLBAN. Tertarik untuk mengomentari KRCI tahun ini saya mencoba untuk memberikan analisa tentang ‘rahasia’ para juara KRCI. Adapun analisa ini saya buat dari mengamati bentuk fisik robot serta pergerakannya di lapangan. Maaf jika salah analisanya karena memang hal tersebut biasanya dirahasiakan untuk modal menjadi juara.

Senior Beroda

Divisi ini sebenarnya tidak terlalu sulit secara algoritma tapi yang dibutuhkan adalah kehandalan robot menyeleseaikan tugasnya dengan rintangan yang cukup banyak seperti tangga, cermin, kertas bergelombang, polisi tidur, dan lantai prisma. Halangan ini otomatis akan membuat robot sedikit terhambat (tidak bisa bergerak terlalu cepat). Ada dua hal yang perlu diperhatikan agar hal ini bisa diatasai. Pertama desain mekanik yang ‘cocok’ dengan lapangan, hal ini akan meminimalkan robot bergerak melenceng dan selip. Robot bisa bergerak lurus adalah modal yang sangat penting. Desain dengan model roda tank sepertinya merupakan pilihan tepat. Kedua adalah sistem navigasi yang handal. Dari beberapa robot tahun ini ada dua tipe secara umum, yaitu robot dengan banyak sensor navigasi seperti punya PENS dan POLBAN dan robot dengan sedikit sensor navigasi seperti punya UNIKOM. Adapun sensor yang banyak mempunyai kompensasi mikrokontroler yang ‘kenceng’.

Sistem navigasi yang digunakan juga ada dua jenis, navigasi biasa dan sistem ‘wall following’ atau telusur dinding. Telusur dinding punya kekurangan yaitu robot cenderung lebih lambat dibanding navigasi biasa karena pengecekan sensor secara terus menerus. Telusur dinding digunakan UNIKOM dan telusur tepi digunakan PENS dan POLBAN.

Hal lain yang cukup penting adalah kemampuan robot begerak sejajar dengan lorong atau ruangan. Caranya pun ada dua yaitu dengan menggunakan kompas yang digunakan oleh PENS dan dengan ultrasonik yang digunakan oleh POLBAN dan UNIKOM. Teknik yang terakhir ini sebenarnya sudah mulai digunakan pada tahun 2006 oleh Bratasena dari POLBAN, namun ternyata UNIKOM bisa menggunakan dengan optimal adapun POLBAN masih goyang-goyang kemungkinan karena pembandingan sensor-sensor ultrasonik yang berlebihan. Penggunaan kompas pada divisi senior beroda menurut saya tidak perlu, ada dua alasan; Pertama lapangan dan letak lilin yang bisa diprediksi sehingga hal ini bisa diatasi dengan software. Kedua kompas sangat rentan dengan gangguan terutama pada gedung-gedung yang penuh dengan kolom-kolom besi, lihat saja robot PENS yang kadang berputar-putar di tempat hal ini dikarenakan pembacaan sensor yang terganggu.

Senior Berkaki

Pada dasarnya ke-simple-an sistem menjadi suatu prioritas jika anda ingin menjadi pemenang. Bentuk simple pada kategori berkaki adalah berkaitan dengan jumlah motor. Sebisa mungkin cukup gunakan dua motor kanan dan kiri. Dengan kesederhanaan ini anda akan mudah mengontrol pergerakan kaki-kaki si robot. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah desain kaki mengingat rintangan lapangan cukup banyak jangan sampai kaki tersangkut. Gunakan permukaan yang cukup lebar sebagai telapak kaki untuk mengatasi hal ini. UNIKOM dan POLBAN pada tahun ini mempunyai desain yang sudah cukup pas. Ada hal menarik pada tahun ini di divisi berkaki yaitu desain dari UBAYA yang tidak biasa yang merupakan ciri khas UBAYA, tampil dengan desain yang lain. Desain robot seperti alat pemotong kertas menggunakan prinsip keseimbangan, sayang robot terlalu lambat. Berikut cuplikannya di bawah.

UBAYA memang selalu tampil unik, seingat saya tahun 2004 mereka memenangi kategori berkaki dengan robot Arachnid yang menggunakan 12 motor servo (1 kaki 3 motor) dan diprogram dengan bahasa asembli, bagus sekali. Kemudian tahun 2005 di divisi expert yang juga merupakan lawan saya waktu itu di divisi expert dengan robot Bleduk, roda robot bisa miring-miring untuk fungsi belok dan tahun ini saya melihatnya lagi di divisi expert swarm.

Expert Single

Sepertinya terlihat susah dengan konfigurasi lapangan yang banyak, tapi jika diperhatikan dengan seksama sebenanya mudah. Sepertinya demikian peluang yang diambil oleh UNIKOM pada saat tingkat regional. Namun entah mengapa saat tingkat nasional si robot ‘ngaco’ ketika ditanyakan kepada sang pembimbing, pak yus, “si kiki (programernya) masing mencoba dengan yang lain”.

Algoritma ‘patern’ terlihat masih menjadi andalan pada tahun ini, yang mana algoritma ini juga dipakai oleh Kian Santang dari POLBAN pada tahun 2006 yang sempat menjadi kontroversi, dituduh curang, dari pihak lawan.

Algoritma lain yang masih dijadikan andalan dan dipakai oleh tim POLBAN adalah kombinasi telusur tepi sebelah kanan dan kiri.

Apa saja sensor spesial yang dibutuhkan oleh robot untuk kategori expert? Pertama adalah sensor tanjakan yang berguna untuk mengetahui lokasi tanjakkan yang akan berguna saat pergantian algoritma. Kedua adalah kompas, tapi ini optional, untuk mengetahui arah robot. Jangan gunakan kompas untuk navigasi.

Sayang saya tidak sempat melihat aksi PENS jadi tidak bisa menganalisa algoritma apa yang digunakan oleh mereka.

Saran saya buat panitia untuk tahun depan agar tingkat kesulitan divisi expert ditambah dengan konfigurasi ruangan yang benar-benar random. Tidak hanya letak pintu-pintu ruangan tapi bentuk ruangan juga harus acak, tidak seperti tahun ini yang tempat ruangan acak tapi bentuk ruangan sama. Juga posisi lilin yang jangan melulu di dekat dinding, sewaktu-waktu bisa di tengah.

Expert Swarm

Divisi baru pada expert yang sudah dimulai sejak tahun kemarin dimana robot ada dua yang saling berkomunikasi. Tambahan untuk kategori ini adalah anda membutuhkan sistem komunikasi lewat radio yang handal. Belilah modul RF yang sudah jadi, hal ini akan membuat anda fokus didalam software/algoritma. Lagi-lagi UNIKOM mengambil kesempatan untuk menggunakan algoritma ‘patern’. Salut buat UNIKOM.

afr*


* Penulis adalah alumni POLBAN dan alumni KRI/KRCI tahun 2004, 2005, dan 2006


10 responses to “Rahasia Para Juara KRCI 2008

  1. harboot Mei 3, 2009 pukul 3:12 p

    wah.. mank ampe segitunya apa kompas bisa terganggu besi gedung2 ? bukannya karna kesalahan program yaaa ? bisa aja range kompas terlalu kecil sehingga robot tdk bisa tepat mengenai arah berkali2.. ya gak ?

    ga tahu juga mas ketika saya coba dengan monitor di komputer, kyaknya mmg kompasnya terlalu sensitif. Beberapa peserta mengatakan bhw merka latihan di kampus mereka ga ada masalah tapi ketika di balairung bru muncul masalah tsb

  2. jefri Maret 6, 2009 pukul 3:12 p

    robot na ubaya itu kok muter2??
    bgus ya???

    emang dapet juara berapa se??

  3. Reza Desember 28, 2008 pukul 3:12 p

    Qra2 gimana ya caranya ngenaiki tangga di divisi expert single???

    Tinggal naik aja mas, pakai motor yang kuat dan roda yang kesat

  4. Benfany Desember 6, 2008 pukul 3:12 p

    Ass.
    Kang saya elektronika POLBAN 2007,, skarang tinggkat 2.
    minggu kemarin ada tes tim initi KRCI 2009 untuk setiap divisi,
    sekarang ada 4 div.
    >beroda
    >berkaki
    >expert single
    >expert battle

    saya kmarin ikut test yang expert single, tapi aga bingung, masalahnya peraturan div expert lbh susah ( sedikit berubah,)

    1. grid lilin diperbanyak
    2. Pengundian sekarang pako software (g pake dadu)
    3. Posisi Home skarang di-undi juga
    4. Tanjakan di-undi
    dll

    boleh g saya minta ilmunya mengenai algoritma yang jitu untuk mengatasi masalah2 diatas untuk div expert single,

    emang c belum ada pengumuman yang lolos jadi tim inti,
    tapi y,, saya pengen dapet ilmunya…

    klo bisa balseannya ke e-mail saya j,

    ichwan_peace@yahoo.com

    trimakasih,,
    wassalam

  5. ihsan Pubdok Polban Juni 26, 2008 pukul 3:12 p

    berkaki Polban ma unikom kurang beruntung mas hwehhehe…..

  6. ekstrimis Juni 24, 2008 pukul 3:12 p

    sanes, awam ieu mah
    kang oyok mah masih di jogja ….
    lagi ‘kaderisasi’ anggota baru

    Alumni Polban teu jadi ikut kamari?
    masyarakat elektronika…. (lupa lagi)
    suka kumpul2 ga?

  7. ekstrimis Juni 23, 2008 pukul 3:12 p

    assalamualaikum kang Anas,

    wah wilujeng eung buat pa yus….
    hebat euy tim nya…
    buat taun depan, seru tuh kalo bentuk arena dibikin gak karuan…. (soalnya algoritma robot kami juga memang gak karuan.. hehehehe), tiap mrogram robot memang sengaja tanpa GOAL… hanya even oriented…. jadi ya seru aja liat si robot bingung sendiri… seolah beneer bener “cerdas”
    kan judulnya juga kami hanya main2… itung itung ngadu domba lah kalo orang Garut bilang mah…, berhubung di Tasik ga ada tradisi ngadu domba, makanya kami jadi hobi ngadu robot .. halah….
    oh ya… di tim expert swarm nya Unikom, ada orang tasik nya juga lho…. lupa lagi tuh siapa namanya….

    Maju terus Smart Machine Indonesia…

    Wa’alaikumussalam kang saha ya? kang yokyok atau yok nugraha
    Betul ga?
    Heubat uey tasik istrument

  8. triaslama Juni 21, 2008 pukul 3:12 p

    Oh, anda penggemar robot ya mas? Bagus juga itu untuk memajukan ilmu pengetahuan.

  9. yus Juni 19, 2008 pukul 3:12 p

    Wah, analisa Mas Anas bagus sekali…gak kepikir sampe situ sama saya ;)

    Ayo kita bikin robot utk ikut di divisi expert, kan tim extra kampus bisa ikutan…

    Jabat erat,
    yus

    Maaf pak namanya juga analisa bisa salah bisa betul. Inginnya ikut lagi tapi waktu dan tempat tidak mendukung

  10. IruL Arjuna Juni 16, 2008 pukul 3:12 p

    tambahan kang. Tim Beroda Unikom memakai sistem Suspensi, jadi robotnya tahan akan berbagai goncangan, makanya robot mereka bisa cepet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: