mumtazanas.wordpress.com

antivirus, freeware, tips dan trik, seo, advertising

Bersahabat dengan Bumi


Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

(Ruum: 41)

bumi yang mulai panas

Isu pemanasan global dan perubahan iklim merupakan sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita, tapi sudahkah kamu peduli?

Sebelumnya kita review ulang apa itu perubahan iklim dan pemanasan global.

Sebenarnya ada satu istilah lagi yang berkaitan dengan tulisan ini yaitu Efek Rumah Kaca (ERK). Wah kok banyak betul sih istilahnya. Tenang, kita jelaskan satu per satu.

Ketika kamu masuk kedalam mobil yang diparkir langsung di bawah sinar matahari dengan semua pintu dan jendela tertutup tentu kamu akan merasakan panas yang lebih bukan? Hal di atas juga terjadi pada bumi, di mana radiasi yang di-pancarkan oleh matahari, menembus lapisan atmosfer dan masuk ke bumi. Radiasi matahari yang masuk ke bumi – dalam bentuk gelombang pendek – menembus atmosfer bumi dan berubah menjadi gelombang panjang ketika mencapai permukaan bumi. Setelah mencapai permukaan bumi, sebagian gelombang dipantulkan kembali ke atmosfer. Namun tak semua gelombang panjang yang dipantulkan kembali oleh bumi dapat menembus atmosfer menuju angkasa luar karena sebagian dihadang oleh gas-gas yang berada di atmosfer dan dipantulkan lagi ke bumi. Akibatnya radiasi matahari tersebut terperangkap di atmosfer bumi. Karena peristiwa ini berlangsung berulang kali, maka kemudian terjadi akumulasi radiasi matahari di atmosfer bumi yang menyebabkan suhu di bumi menjadi semakin hangat. Peristiwa alam inilah yang disebut ERK, karena peristiwanya serupa dengan proses yang terjadi di dalam rumah kaca. Jadi peristiwa ERK bukanlah efek yang ditimbulkan oleh gedung-gedung kaca, seperti yang selama ini sering disalah artikan. Peristiwa ERK menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak untuk ditempati manusia. Jika tidak ada ERK, maka suhu permukaan bumi akan 33°C lebih dingin dibanding suhu saat ini.

Loh kalau begitu ERK bagus dong, kalau tidak ada ERK makhluk di bumi akan kedinginan ?

Ya benar, namun berbagai aktivitas manusia, terutama proses industri dan transportasi, menyebabkan gas-gas pemantul radiasi panas tadi bertambah dan jumlah radiasi panas yang terperangkap dalam bumi menjadi bertambah juga sehingga bumi menjadi semakin panas atau diistilahkan ‘Global Warming’ dan jika diterjemahkan menjadi ‘Pemanasan Global’.

Nah akibat pemasan global ini salah satunya adalah perubahan iklim yang biasanya ditutunjukkan dengan musim kemarau yang panjang dan musim hujan yang tinggi dengan intensitas yang tinggi sehingga menyebabkan rawan banjir.

Oh begitu toh jadi secara singkat bisa dijelaskan aktivitas manusia menyebabkan ERK semakin tinggi maka terjadilah pemanasan global dan akibat pemanasan global salah satunya terjadi perubahan iklim.

Selain perubahan iklim, pemanasan global juga mempunyai dampak yang lain seperti memicu mencairnya es di kutub yang mengakibatkan naiknya air laut. Perubahan iklim juga mempunyai dampak yang luas seperti ketidak menentuannya musim akan menyulitkan nelayan untuk berlayar, gagal panen karena kekeringan, krisis air bersih, merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah karena pada suhu yang panas masa inkubasi nyamuk menjadi pendek.

Wah kedengarannya menyeramkan sekali ya

Betul, nah sekarang langsung saja apa sih yang bisa kita lakukan. Bumi ini sudah diamanahkan kepada manusia dan kewajibannya adalah menjaganya.

1. Bersepeda atau jalan kaki untuk jarak pendek

Dengan menghemat energi kita melakukan dua hal; mengurangi beban anggaran pemerintah dan mengurangi emisi gas mesin ke udara.

sepeda di kantor conoco philips - cilandak 1

Ke kantor naik sepeda? Siapa takut
Kayuh Sepedamu = Menyehatkan Badan + Hemat Energi + Ramah Lingkungan

2. Gunakan produk hemat energi

konversi lampu

Yang paling mudah dilakukan adalah mengganti lampu pijar dengan lampu CFL. Tahukah kamu jika lampu pijar (bohlam) merubah 85% energi listrik menjadi panas bukan cahaya.

3. Hemat penggunaan kertas

Hal ini juga termasuk hal yang mudah bagi kita yaitu berhemat penggunaan kertas. Lebih baik gunakan media digital, jutaan lembar kertas jika kita mengkonversinya kedalam bentuk digital. Gunakanlah kertas bekas pakai, menggunakan dua sisi kertas turut menghemat pemakaian kertas di bumi.

4. Matikan listrik untuk berhemat

Proses produksi listrik menghasilkan gas rumah kaca. Dengan menghemat pemakaian listrik turut mengurangi emisi gas rumah kaca.

5. Menghijaukan lingkungan kita

Kamu bisa menanam pohon-pohon di sekitar rumah kamu. Jika kamu tinggal di dekat hutan harus aktif mengkampanyekan penghentian pembakaran hutan untuk pembukaan lahan. Tahukah kamu laju kerusakan hutan sekitar 2,2 juta ha per tahun, tak heran jika sektor kehutanan merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Indonesia.

cinta pohon

6. Memanfaatkan sampah

Tahukah kamu bahwa sampah itu menghasilkan gas metana dalam proses pembusukannya dan gas ini 21 kali lebih besar berpotensi penyumbang gas efek rumah kaca dibanding karbondiokasida.

Gunakanlah produk-produk hasil daur ulang agar sampah menjadi berkurang. Mengelompokkan jenis sampah juga akan memudahkan bagi orang yang akan mengolahnya lebih lanjut.

tempat sampah

Nah sekarang apa saja yang sudah kamu lakukan? Dan jika kamu punya ide yang lain isi komentar di bawah ini.

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; [Asy Syu’araa 183]

This article dedicated for British Council – Blogging Competition


17 responses to “Bersahabat dengan Bumi

  1. Pau Mei Agustus 13, 2008 pukul 3:12 p

    Yup, moga2 smua org di bumi ini melakukan hal yang sama seperti yang Anda katakan.. Dengan begitu, kehidupan di bumi ini akan dapat dijaga lebih lama lagi. Mari, kita mulai dari diri sendiri.

  2. Reflection4Us.com Agustus 11, 2008 pukul 3:12 p

    untuk global warming, juga ada opini dan solusi yang lain.
    silahkan kunjungi :
    http://www.reflection4us.com/global-warming-solution/2008/08/08/

  3. pipo Agustus 1, 2008 pukul 3:12 p

    Salut aman mas anas begitu peduli ama bumi, aku dukung 100%, salam kenal dari aku ya, bagi2 info.matur thankyou. tuk rekan-rekan jangan lupe kunjungi web aku ya

  4. LeBoy Juli 20, 2008 pukul 3:12 p

    wiihh gilee… anas rajin amadd..[img]http://idham.jardiknas.net/gambar/onion-head11.gif[/img]

    pantesan tangrang makin hari makin panass ajehh…
    okee dehh semoga suksess bwat blog nya…

    btw kerjaan ente ngapain ajehh nas??
    masih sempet ajahh bikin blog.. dahsyatt[img]http://idham.jardiknas.net/gambar/onion-head41.gif[/img]

  5. rian Juli 18, 2008 pukul 3:12 p

    bersahabat ya itu yang harus dilaksanakan mulai dari yang terkecil buang sampah pada tempatnya ha2.
    kan dalam agama disebutkan kebersihan sebagian dari iman he2.
    tapi untuk negara kita kalau melaksanakan ini mahal2222 cz teknologi yang dipakai modern seperti tenaga matahari o ya ngara nepal pakai tenaga itu hbat negara kecil….

  6. attosaibu Juli 12, 2008 pukul 3:12 p

    Yah, kalo ngomongin tentang cara bersahabat dengan bumi ya pertama-tama harus dimulai dari individu masing2. Gak mungkin juga kita terus berharap ke pemerintah supaya bisa ngurusin lingkungan hidup kita ato tata letak kota kita kalo kitanya sendiri tetep gak peduli ama lingkungan tempat tinggal kita.

    Dimulai dari hal yang kecil lah, membuang ato memungut sampah disekitar kita. Kalo belom nemuin tempat sampah terdekat ya dibawa aja dulu, da pasti beratnya gak akan sampe 10 kilo ini kan..hehe

    Trus kalo nggunain listrik juga secukupnya aja. Kalo ngliat lampu kamar yg keliatannya gak kepake ya dimatiin kan kalo tiap rumah aja udah ngurangin 2 lampu kamar, satu kota udah bisa ngehemat berapa banyak Watt tuh?

    Ngomong sih emang gampang, tapi yang penting tuh prakteknya.. Kalo bisa sih kita seharusnya saling mengingatkan dan memberi contoh… Kan jadi terpacu tuh kalo ngeliat hal demikian.

    SO.. STOP GLOBAL WARMING… LET’S SAVE OUR EARTH… NOW!!!

    Jika bukan sekarang kapan lagi, jika bukan kita siapa lagi???

  7. arifrahmanlubis Juli 10, 2008 pukul 3:12 p

    siap mas. insyaAllah.

    luar biasa. mudah-mudahan jadi pahala kebaikan yang banyak.

    mari bersahabat dengan bumi :)

  8. Visitor Juli 10, 2008 pukul 3:12 p

    Tambahan saran :
    Jangan lupa untuk menghindari atau paling tidak kurangi pemakaian produk-produk yang mengandung CFC (Chloro Flouro Carbon) yang biasanya banyak terdapat pada AC, Lemari Pendingin (kulkas), Deodorant Spray.
    Seperti halnya karbondioksida, CFC juga merupakan Gas Rumah Kaca dan berpotensi terhadap Pemanasan Global yang jauh lebih tinggi dibanding karbondioksida sehingga dampak akumulasi CFC di atmosfer dapat mempercepat laju Pemanasan Global. CFC akan tetap berada di atmosfer dalam waktu sangat lama, sehingga kontribusi CFC terhadap penipisan lapisan ozon dan Perubahan Iklim akan berlangsung dalam waktu sangat lama.
    Semoga bermanfaat

  9. novie Juli 8, 2008 pukul 3:12 p

    ngomongin tentang GW mang ga ada habisnya…pada dasarnya adalah kesadaran diri sendiri…tapi seringkali kita dihadapkan pada suatu dilema…
    – buang sampah pada tempatnya adalah hal yang baik, namun tempat pembuangan sampahnya sendiri juga langka untuk ditemukan…jarang sekali di pinggiran jalan ditemukan tempat sampah, sedangkan bila kita harus terus menggenggam sampah juga bukan hal yang efektif…dan pada akhirnya sampah pun bertebaran dimana2…
    – jalan kaki atau naik sepeda…mungkin skr juga banyak komunitas seperti Bike to Work…tapi di Indonesia hal ini tidak difasilitasi dengan jalan khusus untuk pengguna sepeda (seperti yang dilakukan di Bogota), jadi kegiatan ini juga mengancam jiwa sang penyelamat lingkungan…
    Mungkin selain kesadaran dari diri sendiri…campur tangan pemerintah juga sangat berperan untuk memfasilitasi kegiatan bersahabat dengan bumi ini…cheers…

  10. yati Juli 8, 2008 pukul 3:12 p

    bener tuh efek pemanasan global uda kerasa bgt skrg,,,jadi ayo kita mulai berbenah,,,
    jadikan indonesia asri kembali,,mungkin gak ya?

  11. mumtazanas Juli 7, 2008 pukul 3:12 p

    @ Rosihan Anwar
    Wah jadi tertarik nih tentang Global Warming apa Gombal Warning? he he he

  12. Erick Juli 7, 2008 pukul 3:12 p

    Yah minimal yang paling dekat dengan diri kita, buang sampah yang bener aja dulu….
    pemanfaatan sampah model biogas itu bisa membantu mengurangi efek pemanasan akibat bakar sampah. kabupaten bandung sekarang lagi kerja sama dengan LIPI jadi kalo ada yang dateng ke desa-desa kalian, mohon dukungannya. soalnya selain ramah lingkungan, membantu di jaman sulit bbm, soalnya gas hasilnya seimbang dengan LPG….
    Semangat dalam berjuang dan jadikan tulisan ini bukan hanya sekedar kata-kata….

    Betul Rik, klo di tempat2 umum yg ga ada tempat sampah mending sampahnya disimpen dulu jangan dibuang sembarangan

  13. jon kanidi Juli 7, 2008 pukul 3:12 p

    Saya sebagai orang energi sangat mendukung kampanye dari mas Anas. Mari kita selamatkan bumi dimulai dari kita sendiri. Hemat energi dan mari kita tingkatkan penggunaan peralatan yang ramah lingkungan. Mari kita jaga lingkungan kita.

    Tidak ada kerja yang tidak membuatkan hasil.
    Save our nation.
    Jon kanidi
    TE’98

  14. Rosihan Anwar Juli 7, 2008 pukul 3:12 p

    Insya Allah saya dukung kampanye mas anas u/ selamatkan bumi. sangat sayang untuk tidak membaca artikelnya, setelah saya baca artikel mas anas u/ bersahabat dengan bumi ternyata muatanya ttg mitigasi terhadap current gombal Global warming warning. namun sebenarnya, saya lebih menyukai artikel2 mas anas yg lebih banyak muatan syari’ahnya & elektronika daripada apa yg mas anas tulis u/ lomba blog tsb., mohon maaf, saya merasa tulisan “bersahabat dengan bumi” tidak seprofesional dibanding tulisan2 ttg syari’ah dan elektronika, sangat minim informasi. di paragraf pertama mas anas sangat yakin bahwa penyebab gombal warning adalah man-made, mungkin mas anas setuju dengan data-data statistik yg ditampilkan oleh Al-Gore dalam filmnya atau bukunya Inconvinient Truth, padahal tidak sedikit scientiest yg menolak anggapan Al-Gore ini. coba aja klik link di bawah:

    akan terlihat bahwa pada 1960-an bumi pernah mengalami global cooling, padahal konsumsi energi pada tahun tsb lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. karena itulah banyak pula scientist yg menganggap bahwa pemanasan global ini hanya siklus alamiah (natural cycle). contohnya seperti Sorokhtin, dia menolak teori gas rumah kaca sebagai penyebab perubahan iklim. Menurut perhitungan berdasarkan teori adiabatik, mereka menyimpulkan bahwa di dalam waktu 600 juta tahun, kandungan oksigen di dalam atmosfer akan menyebabkan temperatur global meningkat menjadi 80 C, sehingga Bumi tak akan layak dihuni seperti sekarang.
    ada juga kalimat tulisan mas anas seperti ini:
    Ya benar, namun berbagai aktivitas manusia, terutama proses industri dan transportasi, menyebabkan gas-gas pemantul radiasi panas tadi bertambah.
    perlu ditambahkan bahwa pembakaran hutan pun penyebab salah satu GW. lalu, dalam 6 poin saran yang diajukan gak ada yg menyiggung pada kegiatan industri. padahal di kalimat itu mas anas meyakinkan pembaca bahwa penyebab utama GW adalah salah satunya ativitas industri.
    mohon maaf mas anas sy gak bisa nahan rasa gatal u/ tidak memberi komen thd tulisan itu. sekali lagi mohon maaf

    tapi, terimakasih sudah mau jadi kawan lingkungan. semoga sukses dgn blognya dan teruslah berlatih u’ jadi penulis profesional. klo bersedia: silakan bergabung dgn buletin manual energi yg terbit tiap bulan disitu akan byk dibahas energi, economic and environment. Insya Allah akan terbit perdana bulan depan

    thank u
    wassalamu’alaikum wr. wb.
    de ochie

  15. denin Juli 6, 2008 pukul 3:12 p

    benar sekali…ayo kita dukung “bersahabat dengan bumi”….
    asrama harus bisa bersahabat denagn bumi….ayo asrama…..

  16. putri Juli 6, 2008 pukul 3:12 p

    artikel yang bagus….tapi saat ini banyak orang yang belum atau tidak ada kesadaran untuk menjaga lingkungannya, padahal nantinya akan dimanfaatkan ama anak cucu mereka sendiri

  17. anas Juli 6, 2008 pukul 3:12 p

    Komentarnya jangan lupa diisi.
    Membajak Pertamax .:LOL:.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: