mumtazanas.wordpress.com

antivirus, freeware, tips dan trik, seo, advertising

Hiruk Pikuk Demokrasi


Asysyariah: Mau Kemana Partai Islam

Saling sikut antar partai sudah menjadi hal yang lumrah dalam demokrasi.

Menjadikan agama sebagai barang dagangan untuk memperebutkan sebuah kursi kekuasaan.

Siap merogoh saku lebih dalam jika ingin menang.

Apakah jabatan itu tempat mencari nafkah atau sebuah amanah?

Apakah seperti ini yang kita harapkan?

Bagaimana Islam memandang Demokrasi, Pemilu, dan Partai Islam? Mari kita kaji bersama !!!


12 responses to “Hiruk Pikuk Demokrasi

  1. iklan Mei 1, 2009 pukul 3:12 p

    orang sekarang haus kekuasaan semua…smoga mereka tidak mengatasnamakan demokrasi saja

  2. ameng April 24, 2009 pukul 3:12 p

    politik artinya ilmu kenegaraan tapi kenapa belum ada parpol yang bisa berpolitik.
    bu mega pintar marah dan suka dendam, sby lemot dan cuma bisa setengah setengah jk cuma nampang doang bicara saja sulit. yang saya butuhkan pemimpin yang andal di segala medan pintar jujur mengerti bagai mana cara merubah nasib rakyat kita menjadi lebih baik bisa bersaing dengan negara lain. kalau dilihat dari potensinya indonesia memliki potensi yang sangat besar bahkan bisa bersaing dengan negara besar seperti china as maupun negara eropa, kalaupun bung karno masih hidup sekalipun dia sudah tidak cocok menjadi presiden karena jamannya sudah beda sekarang anak muda harus berani bertindak jangan yang tua saja(pakai komputer saja tidak bisa), buktikan kita bisa

  3. Wawan April 22, 2009 pukul 3:12 p

    yang pasti mereka bukan berjuang untuk kepentingan rakyat, tapi demi kepentingan diri sendiri. kita belum siap berdemokrasi. kalau kalah sudah pasti ribut mencari kambing hitam. kan kasihan kambingnya. Kalau menang apakah mereka akan ribut ? jawabnya sudah pasti TIDAK

  4. Muhammad Rachmat April 17, 2009 pukul 3:12 p

    saya biasa saja dalam mensikapi demokrasi.
    Setelah saya teliti banyak yang anti demokrasi tapi mereka menggunakan PRODUK-PRODUK demokrasi. demo, Punya KTp, bayar pajak BPKP motor, Punya yayasan yang aturannya mengikuti undang-undang hasil demokrasi. menggunakan mata uang )dll

    (pasti ga ngerti, coba pikir-pikir lebih lanjut)

    Coba pikir lebih lanjut:
    Pernyataan saudara salah. Tdk ada hubungannya antara demokrasi dan hal-hal yg saudara nyatakan.
    Contoh: jika pemerintahan dibuat bukan dengan cara demokrasi, misal kudeta, warisan, dsb apakah tidak mungkin jika pemerintah membuat aturan: punya KTP, bayar pajak motor, yayasan berlandaskan Pancasila. Sebuah analogi yg salah

  5. supriman April 16, 2009 pukul 3:12 p

    semoga Demokrasi segera sirna dr muka bumi ini….

  6. no name April 11, 2009 pukul 3:12 p

    KE AKHIRAT!!!!

    PERGI SONO LO PARTAI MUNAFIK..

  7. Ameng April 11, 2009 pukul 3:12 p

    Wah didaerahku 100%.calegnya pakai uang. bahkan ada yg berani membagikan uang di tps. krn.itulah saya contreng semua biar tidak sah. soalnya tidak ada yg berkualitas, bagaimana jika yg saya pilih ternyata tukang tipu atau orang yg suka korupsi atau orang yg kerjanya tidur di kantor. yg saya inginkan orang yg jujur bertanggung jawab dan pintar. seharusnya diseleksi menurut kemampuannya,mentalnya mungkin juga agamanya

  8. Ali April 9, 2009 pukul 3:12 p

    waduh keren sekali mas,, Rank 4 … gila betul gimana jadinya kalo Blog ini di Ikut sertakan di PPD ya.. :D keren mas,, Salam kenal ..

    Turun mah ini mas, biasanya PR 5. BTW PPD itu apa ya?

  9. Tengku Khairil Ahsyar April 7, 2009 pukul 3:12 p

    Islam merupakan agama yang demokrasi, jadi biarkan demokrasi yang menentukan siapa pemimpin bangsa ini…

    Setahu saya demokrasi = demos + kratos = dari, oleh, dan untuk rakyat = bukan hukum Islam.

  10. ainkdast April 6, 2009 pukul 3:12 p

    susah sih mas klo mo dapet pemimpin yang amanah di ngeri yang kebanyakan orangnya munafik…..

  11. Pingback: Hiruk Pikuk Demokrasi « Mesin Dolar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: